Pendahuluan
Dalam dunia medis sinar-X terutama
dimanfaatkan untuk diagnosis. Dengan penemuan sinar-X ini, informasi mengenai
tubuh manusia menjadi mudah diperoleh tanpa perlu melakukan pembedahan. Gambar
terbentuk karena adanya perbedaan intensitas sinar-X yang mengenai permukaan
film setelah terjadinya penyerapan sebagian sinar-X oleh bagian tubuh manusia.
Daya serap tubuh terhadap sinar-X sangat bergantung pada kandungan unsur-unsur
yang ada di dalam organ.
Untuk meningkatkan kualitas gambar
dalam radiodiagnostik, seringkali digunakan media kontras dengan cara
memasukkan substansi yang bisa menyerap sinar-X lebih banyak ke dalam tubuh
yang sedang didiagnosis. Bahan yang sering dimanfaatkan sebagai media kontras
adalah Barium (Ba) dan Iodium (I).
Untuk tujuan medik, tubuh manusia
yang pada prinsipnya dapat dibedakan baik secara anatomi maupun fisiologi, pada
mulanya merupakan objek yang tidak dapat dilihat secara langsung oleh mata.
Namun, dengan ditemukannnya sinar-X, tubuh manusia ternyata dapat diubah
menjadi objek yang transparan. Sinar-X mampu membedakan kerapatan dari berbagai
jaringan dalam tubuh manusia yang dilewatinya. Dengan penemuan sinar-X ini,
informasi mengenai tubuh manusia menjadi mudah diperoleh tanpa perlu melakukan
operasi bedah. Sinar-X mempunyai daya tembus yang tinggi terhadap organ tubuh
dengan kemampuan tembusnya ditentukan oleh besar energi yang dimilikinya.
Sinar-x
merupakan salah satu sinar elektromagnetik. Sinar-x ini mempunyai bentuk yang
serupa dengan sinar cahaya biasa, inframerah dan gelombang radio, yang berbeda
cuma dari segi panjang gelombangnya saja. Sinar-x mempunyai gelombang yang pendek yaitu, dengan jarak
gelombang 10 -7 cm - 10 –9 cm.
Pesawat sinar-X adalah pesawat yang
dipakai untuk memproduksi sinar-X. Pesawat ini terdiri atas tabung sinar-X dan
variasi rangkaian elektronik yang saling terpisah. Sinar-X dibangkitkan dengan
jalan menembaki target logam dengan elektron cepat dalam suatu tabung vakum.
Elektron sebagai proyektil dihasilkan dari pemanasan filamen yang juga
berfungsi sebagai katoda. Filamen ini dipasang pada bidang cekung untuk
memfokuskan elektron menuju daerah sempit pada target (anoda).
Pada saat arus listrik dari sumber
tegangan tinggi dihidupkan, filamen katoda akan mengalami pemanasan sehingga
kelihatan berwarna putih. Dalam kondisi ini, katoda akan memancarkan elektron
(sinar katoda). Elektron selanjutnya ditarik dan dipercepat gerakannya hingga
mencapai ribuan km/s melalui ruang hampa menggunakan tegangan listrik berorde
102 - 106 Volt. Elektron yang bergerak sangat cepat itu akhirnya ditumbukkan ke
target logam bernomor atom tinggi dan bersuhu leleh juga tinggi. Ketika
elektron berenergi tinggi itu menabrak target logam, maka sinar-X akan
terpancar dari permukaan logam tersebut.
Hal itu berarti elektron dipercepat
di dalam tabung hingga memiliki energi kinetik sebesar 2 x 106 eV, dan sinar-X
yang dihasilkannya memiliki energi maksimum 2 x 106 eV atau 2 MeV.